<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Burung Camar &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://dudher.wordpress.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudher.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 May 2008 11:47:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dudher.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/10e122fa8ef4410a74274bba83a2b302?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Burung Camar &#187; Uncategorized</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dudher.wordpress.com/osd.xml" title="Burung Camar" />
		<item>
		<title>Tahlil Seratus Kali Sehari</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/tahlil-seratus-kali-sehari/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/tahlil-seratus-kali-sehari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 11:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ihsan Tanjung
Islam memang luar biasa. Bayangkan, hanya dengan membaca suatu lafal wirid tahlil tertentu sebanyak seratus kali setiap hari, maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan setidaknya empat manfaat. Kalimat tersebut berbunyi sebagai berikut:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ
وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Tidak ada ilah selain Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=40&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh <strong>Ihsan Tanjung</strong></span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Islam memang luar biasa. Bayangkan, hanya dengan membaca suatu lafal wirid tahlil tertentu sebanyak seratus kali setiap hari, maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan setidaknya empat manfaat. Kalimat tersebut berbunyi sebagai berikut:</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Tidak ada ilah selain Allah semata. </span></span></em><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segenap kerajaan dan miliknya segenap puji-pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa.”</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam sebuah hadits beliau menjanjikan empat manfaat yang bakal didapat si muslim sepanjang hari di mana ia membaca lafal tersebut sebanyak seratus kali.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-family:Thorndale;">Pertama</span></em><span lang="SV">, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengatakan bahwa muslim tersebut seolah telah memerdekakan sepuluh budak. Subhaanallah. Islam sangat menghargai orang yang memerdekakan budak. Berarti ia telah memberikan kesempatan bagi manusia tersebut untuk menjalani kehidupan yang lebih terhormat sebagai orang merdeka. Kedudukannya telah diangkat dari tempat yang semula rendah dan hina menjadi tinggi dan mulia. Pantas bilamana salah satu misi Islam yang dijelaskan oleh Rib’i bin Amer kepada Panglima Persia berbunyi:</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">ابتعثنا الله لنخرج الناس من عبادة العباد لعبادة الله وحده</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Kami diutus Allah untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan sesama hamba untuk menghamba kepada Allah semata”</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-family:Thorndale;">Kedua</span></em>, Allah mencatat bahwa ia telah memperoleh seratus kebaikan. Pada hari berbangkit manusia sangat berharap bahwa dirinya memiliki kebaikan yang banyak untuk memberatkan timbangan neraca mizannya. Ia sangat khawatir bilamana ia mendapati bahwa timbangan keburukannya lebih berat daripada timbangan kebaikannya. Sebab setiap amal ada ganjarannya dari Allah subhaanahu wa ta’aala. Kebaikan diberi hadiah sedangkan keburukan diberi hukuman.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (QS Az Zalzalah 7-8)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-family:Thorndale;">Ketiga</span></em><span lang="SV">, Allah hapuskan seratus kesalahan yang telah dilakukannya. Subhaanallah. Tidak ada manusia yang bersih dari kesalahan. Setiap hari ada saja kesalahan yang manusia lakukan. Berarti wirid ini sangat penting untuk men-delete berbagai kesalahan yang sadar maupun tidak sadar kita lakukan.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-family:Thorndale;">Keempat, </span></em><span lang="SV">Allah janjikan akan membentengi seseorang dari gangguan syaithan selama sehari-semalam. Padahal syaithan telah berbulat tekad untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Berarti dengan wirid ini seseorang akan memperoleh immunity setidaknya selama satu hari dari tipu daya syaithan.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selengkapnya hadits tersebut berbunyi sebagai berikut:</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span dir="rtl" lang="AR-SA">أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ (البخاري</span><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">)</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, &#8220;Brgsiapa membaca</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Tidak ada ilah selain Allah semata. </span></span></em><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segenap kerajaan dan miliknya segenap puji-pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa.” sebanyak seratus kali dalam sehari, maka hal itu setara dengan memerdekakan sepuluh budak, dan dituliskan untuknya seratus kebaikan serta dihapuskan beginya sertus kesalahan lalu ia memperoleh perlindungan dari syaithan pd hari tersebut sampai sore hari dan tidak seorangpun yang bisa menandinginya kecuali orang yang ber-&#8217;amal melebihi daripada itu.&#8221; (HR Bukhary)</span></span></span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=40&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/tahlil-seratus-kali-sehari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarat-Syarat Do&#8217;a</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/syarat-syarat-doa/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/syarat-syarat-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 11:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ihsan Tandjung
Agar do’a-do’a yang kita sampaikan kepada Allah swt semaksimal mungkin mencapai pengabulan dari-Nya, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Di antaranya sebagai berikut:
1) Hendaknya kita hanya meminta kepada Allah swt, tidak mempersekutukanNya dengan siapapun
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah 5)
وَإِذَا [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=38&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh <strong>Ihsan Tandjung</strong></span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Agar do’a-do’a yang kita sampaikan kepada Allah swt semaksimal mungkin mencapai pengabulan dari-Nya, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Di antaranya sebagai berikut:<br />
1) Hendaknya kita <strong><span style="font-family:Thorndale;">hanya meminta kepada Allah swt</span></strong>, tidak mempersekutukanNya dengan siapapun</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah 5)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah 186)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">2) Hendaknya kita semakin <em><span style="font-family:Thorndale;">banyak melaksanakan berbagai perintah Allah berlandaskan iman kepada-Nya</span></em>, serta dengan jalan menghidupkan berbagai sunnah Rasulullah saw</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku.” (QS Al-Baqarah 186)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Katakanlah, &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,<br />
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221;<br />
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran 31)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">3) Hendaknya isi redaksi do’a tidak hanya mencakup urusan dunia semata, melainkan <strong><span style="font-family:Thorndale;">mencakup urusan dunia dan akhirat sekaligus</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a, &#8220;Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia&#8221;, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.<br />
Dan di antara mereka ada orang yang berdo`a, &#8220;Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.&#8221;<br />
</span></span></em><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan;<br />
dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS Al-Baqarah 200-202)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span dir="rtl" lang="AR-SA">مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا</span><span lang="AR-SA"> </span></span><span lang="SV"><br />
</span><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS Asy-Syuro 20)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">4) Hendaknya do’a <em><span style="font-family:Thorndale;">disampaikan dengan “merendahkan diri” dan “suara yang lembut” </span></em></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Berdo`alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf 55)<br />
</span></span></em><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam Shahihain diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asy’ari berkata bahwa orang-orang mengeraskan suaranya ketika berdo’a, maka Rasulullah saw bersabda:</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا قَرِيبًا</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Hai manusia, kasihanilah dirimu karena kamu bukan menyeru kepada yang tuli dan gha’ib (tidak ada), yang kamu seru itu adalah Maha Mendengar,<br />
Maha Melihat dan Maha Dekat.”(HR Bukhari 22/385)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">5) Hendaknya pada saat berdo’a <strong><span style="font-family:Thorndale;">memadukan di dalam jiwa perasaan “berharap” dan “takut”</span></strong>. Berharap kepada Allah swt agar do’a tersebut dikabulkanNya, dan cemas kalau-kalau do’a kita tidak dikabulkan, bahkan tidak didengarNya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“…dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).” (QS Al-A’raf 56)</span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">6) Hendaknya kita <strong><span style="font-family:Thorndale;">meyakini bahwa do’a kita pasti InsyaAllah dikabulkanNya</span></strong>. <span lang="FI">Cepat ataupun lambat. Di dunia ini maupun di akhirat kelak nanti. </span><span lang="SV">Yang penting kita tidak memaksa atau “mendikte” Allah swt, suatu hal yang memang mustahil.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span dir="rtl" lang="AR-SA">وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ</span><span lang="AR-SA"> </span></span><span lang="SV"><br />
</span><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-family:Thorndale;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Dan Tuhanmu berfirman, &#8220;Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.&#8221; (QS Al-Mu’min 60)<br />
</span></span></em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah yang pedih. Maka Rasulullah saw bersabda:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ</span></span></p>
<p><em><span style="font-size:12pt;font-family:Thorndale;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah swt, maka Allah murka kepadaNya.”<br />
</span></span></em><em><span style="font-size:12pt;font-family:Thorndale;"><span style="font-family:Times New Roman;">(HR Ahmad)</span></span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=38&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/syarat-syarat-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Ringan Berbobot”</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/ringan-berbobot%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/ringan-berbobot%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 11:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh Ihsan Tandjung



Orang beriman sibuk bukan untuk masa tuanya di dunia. Tapi ia sibuk mempersiapkan berbagai investasi berupa ’amal ’ibadah dan ’amal sholeh untuk masa hidupnya yang sejati, yakni akhirat.
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
(الترمذي)
“Orang yang paling cerdas ialah barangsiapa yang menghitung-hitung/evaluasi/introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah kematian.”(At-Tirmidzi 8/499 )
Ia sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=37&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="Section1">
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh <strong>Ihsan Tandjung</strong></span></span></span></em></p>
</div>
<p><strong><em><span style="font-size:12pt;font-family:Thorndale;"><br />
</span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Orang beriman sibuk bukan untuk masa tuanya di dunia. Tapi ia sibuk mempersiapkan berbagai investasi berupa ’amal ’ibadah dan ’amal sholeh untuk masa hidupnya yang sejati, yakni akhirat.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ</span></span><span lang="SV"><br />
</span><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">(الترمذي</span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">)</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“<em>Orang yang paling cerdas ialah barangsiapa yang menghitung-hitung/evaluasi/introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah kematian.”(At-Tirmidzi 8/499 )</em></span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ia sangat terobsesi akan keberhasilannya di akhirat sehingga keberhasilannya di dunia menjadi sesuatu yang ia kejar secukupnya. Ia sangat sibuk menghindari kegagalan dan penderitaan di akhirat sehingga berbagai kegagalan dan penderitaan di dunia ia hadapi sewajarnya. Ingatannya akan akhirat sangat dominan sehingga ingatannya akan dunia menjadi sebatas ”asal tidak lupa” bahwa ia masih hidup di dunia.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em>Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi..” (QS Al-Qashash 77)<br />
</em><br />
Ia sadar bahwa kemampuannya bersyukur akan ni’mat Allah tidak akan pernah seimbang apalagi melebihi banyaknya ni’mat yang Allah berikan kepada dirinya. Sehingga ia berusaha sekuat mungkin untuk cerdas dalam memilih ‘amal sholeh dan ‘amal ibadah yang dikerjakannya. Ia pelajari sebanyak mungkin pesan-pesan Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam yang menyebutkan bentuk-bentuk ’amal yang sepertinya sederhana namun mempunyai multiplying effect yang dahsyat. Ia berusaha untuk menjadikan setiap gerak hidupnya memperoleh barokah dari Allah subhaanahu wa ta’aala. Orang yang tidak memahami motivasi di belakang setiap perbuatannya menyangka apa yang dilakukan si muslim tersebut ringan saja padahal di sisi Allah sungguh ia sangat berbobot.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span dir="rtl" lang="AR-SA">إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ (الترمذي</span><span style="font-family:Times New Roman;">)</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“<em>Bila manusia meninggal putuslah ‘amalnya kecuali dari tiga perkara (1) shodaqoh jariyah (2) ilmu bermanfaat dan (3) anak sholehnya yang mendo’akannya.” (Tirmidzi 5/243)</em></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Setiap mu’min yang menyadari makna hadits di atas niscaya akan berusaha sekuat mungkin untuk memenuhi ketiga hal di atas sebelum ajal menjemputnya. Ia akan berusaha untuk menjadi orang yang rajin bershodaqoh. Setiap kali ia mengeluarkan shodaqoh justru ia hayati sebagai suatu usaha investasi jangka panjang, yakni menyimpan kekayaan hakiki untuk kehidupan sejatinya di akhirat kelak.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selain itu ia juga akan sangat serius terlibat di dalam aktifitas mengajar. Sebab ia sadar bahwa penyebaran ilmu yang bermanfaat pada hakikatnya justru akan menjadi sebab terus mengalirnya rekening pahala kebaikannya. Apalagi bila murid-muridnya menyebarluaskan ilmu tersebut lebih lanjut kepada masyarakat luas. Bayangkan betapa banyaknya pahala yang terus mengalir kepada Imam Bukhari, seorang ahli hadits yang hingga saat ini kitab-kitabnya masih dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Pantas bilamana Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span dir="rtl" lang="AR-SA">إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ (الترمذي</span><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">)</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“</span><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sesungguhnya dunia tercela. Tercela apa-apa yang ada di dalamnya,<br />
kecuali mengingat Allah dan apa-apa yang menyertainya serta penyebar ilmu dan penuntut ilmu.” (HR Tirmidzy 8/302)</span></span></em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jadi, seorang muslim yang peduli dengan hadits ini pasti sangat gemar menuntut ilmu dan kemudian menyebarluaskannya. Maka ia akan berusaha melengkapi dirinya dengan segenap bekal yang diperlukan untuk mampu belajar dan mengajar.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kemudian yang berikutnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda bahwa anak sholeh yang mendoakan orangtuanya juga termasuk perkara yang menyebabkan pahala seseorang tetap mengalir walau ia telah wafat. Berarti seorang muslim pasti akan menyibukkan dirinya dalam program tarbiyatul aulad (pendidikan anak). Ia akan berusaha keras untuk memastikan bahwa anak-anaknya tumbuh menjadi orang sholeh. Dan urusan ini tidak sepatutnya didelegasikan kepada fihak lain. Sebab jelas Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span dir="rtl" lang="AR-SA">كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (البخاري</span><span lang="SV"><span style="font-family:Times New Roman;">)</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Thorndale;"><span style="font-family:Times New Roman;">“<em>Tiap anak yang lahir dilahirkan dalam keadaan fitrah (bersih, suci, tanpa dosa), maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya yahudi, nashrani atau majusi (penyembah berhala api).” (HR Bukhary 5/182)</em></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=37&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/ringan-berbobot%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Undangan ke Surga&#8221;</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/undangan-ke-surga/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/undangan-ke-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 11:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ihsan Tandjung
وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيم
”Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).”
(QS Yunus ayat 25)
Setiap muslim adalah orang yang beruntung. Karena Allah telah melimpahkan kepada dirinya ni’mat paling istimewa yang bisa diterima seorang manusia. Ia telah memperoleh ni’mat Iman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=36&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh <strong>Ihsan Tandjung</strong></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيم</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">”</span><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).”<br />
(QS Yunus ayat 25)</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setiap muslim adalah orang yang beruntung. Karena Allah telah melimpahkan kepada dirinya ni’mat paling istimewa yang bisa diterima seorang manusia. Ia telah memperoleh ni’mat Iman dan Islam. Apakah ada ni’mat yang melebihi ni’mat Iman dan Islam? <span lang="SV">Demi Allah, tidak ada!</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Namun demikian, tidak semua muslim menyadari betapa istimewanya ni’mat ini. Sehingga dengan segala rasa hormat kepada sesama saudara seiman, kita seringkali terpaksa menyaksikan penampilan sebagian saudara muslim kita yang sungguh jauh dari ekspresi hadirnya ni’mat Iman dan Islam tersebut. Coba perhatikan ayat di atas. Bagaimana Allah subhaanahu wa ta’aala firmankan bahwasanya Dia-lah yang menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam) ini&#8230;</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Artinya, tidak setiap manusia memperoleh privilige (keistimewaan) lux ini. Dan kita –Alhamdulillah- termasuk yang dikendaki Allah memperoleh petunjuk&#8230;&#8230; Bayangkan, saudaraku! Padahal ungkapan syukur kita masih sangat minim untuk layak memperoleh keistimewaan mewah ini&#8230; Kadang kita termenung sendiri mengingat betapa sedikitnya ’amal-ibadah kita kepada Allah, masih sedikitnya ’amal-sholeh kita kepada sesama manusia hamba-hamba Allah&#8230;</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Padahal masih ada satu perkara lain yang Allah sediakan untuk seorang muslim bilamana ia pandai mensyukuri ni’mat istimewa ini&#8230;. Allah menyeru atau mengundang setiap muslim yang benar imannya menuju Darus-salaam atau negeri kedamaian, yakni surga&#8230;. Subhaanallah&#8230;! Tahukah Anda, saudaraku, apa itu surga? Surga adalah tempat tinggal abadi yang di dalamnya sarat dengan kesenangan hakiki&#8230;BUKAN kesenangan menipu seperti yang kita alami di dunia fana ini&#8230;</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span dir="rtl" lang="AR-SA">أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ</span><span lang="AR-SA"> </span></span><span lang="SV"><br />
</span><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">&#8220;Aku persiapkan utk hamba-2Kuyangsholeh apayangtak pernah terlihat mata, terdengar telinga &amp; terlintas dalam hati.&#8221; (Hadist Qudsy riwayat Imam Muslim #5050)<br />
</span></em><br />
<span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bagaimana caranya agar kita berhak memperoleh ticket to paradise? Pandai-pandailah bersyukur akan ni’mat Iman dan Islam, niscaya kita berhak masuk surga. Jadilah seorang muslim-mu’min sejati. Ungkapakan iman dan Islam dalam bentuk banyak ‘amal-ibadah kepada Allah dan aneka ‘amal-sholeh kepada sesama manusia, niscaya kita berhak masuk surga&#8230;.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bahkan lebih jauh daripada itu ajaklah orang lain untuk menjadi beriman bersama diri kita, niscaya kita berhak masuk surga. Jadilah penyeru di jalan Allah yang mengajak manusia menuju Darus-salaam dengan memberikan penjelasan mengenai manisnya iman dan petunjuk Ilahi. Jangan biarkan syetan menggoda kita menjadi orang beriman egois dengan bisikannya:”&#8230;biarkan orang lain kalau ingin masuk neraka&#8230;..yang penting kamu masuk surga&#8230;” <span lang="SV">Seolah surga hanya tempat yang layak bagi diri kita semata, sedangkan orang lain terserah mereka&#8230; Na’udzubillahi min dzaalika&#8230; Ini sangat jauh dari spirit teladan kita Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam yang merupakan Rahmatan lil’aalamiin (rahmat bagi semesta alam).</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam merupakan da’i sempurna yang ambisi utamanya adalah ”menginginkan keimanan dan keselamatan” atas setiap manusia&#8230;</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span dir="rtl" lang="AR-SA">لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ</span><span lang="AR-SA"> </span></span><span lang="SV"><br />
</span><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“<em>Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu&#8217;min.” (QS At-Taubah 128)</em></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam sangat sadar dan faham bahwa hanya dengan menanamkan iman ke dalam diri seseorang, maka orang itu akan meraih keselamatan di dunia dan di akhirat… Hanya melalui pintu iman-lah seseorang akan sampai ke pelabuhan keni’matan dan kesenangan hakiki, yakni surga di akhirat yang kekal nanti. <span lang="SV">Semoga, saudaraku.-</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=36&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/undangan-ke-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Menuju Kehidupan Sebenarnya&#8221;</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/menuju-kehidupan-sebenarnya/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/menuju-kehidupan-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 11:18:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ihsan Tanjung
Sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: ”Pada saat manusia menemui kematiannya, maka iapun terbangun dari tidurnya.”
Berarti, kehidupan kita di dunia ini laksana sebuah mimpi. Hal ini sejalan dengan firman Allah:
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=35&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><em><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh <strong>Ihsan Tanjung</strong></span></span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: ”Pada saat manusia menemui kematiannya, maka iapun terbangun dari tidurnya.”</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI">Berarti, kehidupan kita di dunia ini laksana sebuah mimpi. </span><span lang="SV">Hal ini sejalan dengan firman Allah:</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dalam kenyataan sehari-hari tidak sedikit manusia yang justru sangat serius dengan kehidupan dunia ini sambil memandang kehidupan akhirat -dengan derita neraka dan nikmat surganya- justru sebagai senda gurau dan main-main. Manusia sedemikian seriusnya ingin meraih kenikmatan dan keberhasilan dunia seolah itu semua merupakan kenikmatan dan keberhasilan final dan hakiki. Mereka berusaha sekuat mungkin menghindar dari kegagalan dan penderitaan dunia seolah itulah kegagalan dan penderitaan yang sejati.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Padahal kehidupan di dunia telah Allah taqdirkan bagi setiap manusia. Ada yang ditaqdirkan menikmati ”mimpi menyenangkan” di dunia. Ia menjadi orang kaya, terpandang, dipuja-puji manusia banyak, serba berkecukupan sehingga hidupnya selalu berlimpah. Sementara ada yang di taqdirkan mengalami ”mimpi buruk” selama hidupnya di dunia. <span lang="SV">Ia menjadi orang miskin, serba berkekurangan, terpinggirkan, terabaikan bahkan teraniaya.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sedikit sekali manusia yang menyadari bahwa mimpi manapun yang dialaminya tidaklah menjadi persoalan penting. Kendati, sudah barang tentu, tidak ada manusia yang ingin menjalani kehidupan berupa mimpi buruk menjadi orang miskin, serba berkekurangan, terpinggirkan, terabaikan bahkan teraniaya. Demikian pula sebaliknya. Manusia mana yang menolak ditaqdirkan Allah menjalani kehidupan dalam bentuk mimpi menyenangkan menjadi orang kaya, terpandang, dipuja-puji manusia banyak, serba berkecukupan sehingga hidupnya selalu berlimpah. Tapi seorang mu’min sungguh sadar bahwa isyu utama yang perlu difikirkan adalah bagaimana nasibnya saat Allah mencabut nyawanya. Adapun jenis mimpi apa yang Allah taqdirkan bagi dirinya hanyalah sebuah ujian/testcase untuk melihat jenis respon apa yang bakal ditampilkannya. Persis seperti ucapan Nabi Muhammad saw sebagai berikut:</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Urusan orang beriman itu menakjubkan. Sesungguhnya urusannya semua baik. Dan hal itu tidak dialami seorangpun kecuali orang beriman. Bila ia mendapat karunia, ia bersyukur. Maka bersyukur itu baik baginya. Bila ia mendapat mudharat, ia bersabar. Maka bersabar itu baik baginya.” (Muslim 14/280)</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV">Alangkah bodohnya seseorang yang hidup di dunia dalam mimpi meyenangkan namun ia lalai akan saat kematian. Sehingga saat ia bangun dari mimpinya ia berada dalam kegelisahan dan penyesalan berkepanjangan. Apalagi orang yang hidup di dunia dan menjalani mimpi buruk. Lalu saat ia bangun menjalani hidupnya di akhirat, ternyata keadaannya lebih buruk lagi, penuh penyesalan dan penderitaan abadi. Demikianlah keadaan orang-orang yang tidak beriman akan kehidupan akhirat. </span><span lang="FI">Mereka menyangka hidup hanya di dunia semata. Mereka tertipu oleh dunia. Allah gambarkan logika berfikir mereka sebagai berikut:</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ</span><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></span><span lang="FI"><br />
</span><span style="font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Dan mereka berkata, &#8220;Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa&#8221;, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS Al-Jatsiyah 23-24)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sedangkan orang beriman sangat yakin dan selalu mempersiapkan dirinya menghadapi kehidupan sejati, yakni akhirat. Sebab mereka diberitahu Allah bahwa akhirat itulah yang hendaknya didambakan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآَخِرَةَ</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“&#8230;kalian menghendaki harta benda dunia, sedangkan Allah menghendaki akhirat (untukmu)…” (QS Al-Anfal 67)<br />
Orang beriman sibuk bukan untuk masa tuanya di dunia. Tapi ia sibuk mempersiapkan berbagai investasi berupa ’amal ’ibadah dan ’amal sholeh untuk masa hidupnya yang sejati, yakni akhirat.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ</span><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></span><span lang="SV"><br />
</span><span style="font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">(الترمذي</span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">)</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">“Orang yang paling cerdas ialah barangsiapa yang menghitung-hitung/evaluasi/introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah kematian.”(At-Tirmidzi 8/499 )<br />
Ia sangat terobsesi akan keberhasilannya di akhirat sehingga keberhasilannya di dunia menjadi sesuatu yang ia kejar secukupnya. Ia sangat sibuk menghindari kegagalan di akhirat sehingga berbagai kegagalan di dunia ia hindari sewajarnya. Ingatannya akan akhirat sangat dominan sehingga ingatannya akan dunia menjadi sebatas ”asal tidak lupa” bahwa ia masih hidup di dunia.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"><span style="font-size:small;">وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi..” (QS Al-Qashash 77)</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=35&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/29/menuju-kehidupan-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/17/kekayaan-kesuksesan-dan-cinta/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/17/kekayaan-kesuksesan-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 09:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: &#8220;Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Pria berjanggut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=31&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: &#8220;Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, &#8220;Apakah suamimu sudah pulang? Wanita itu menjawab, &#8220;Belum, dia sedang keluar. &#8220;Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. </p>
<p>Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, katapria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, &#8220;Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.</p>
<p>Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. &#8220;Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama&#8221;, kata pria itu hampir bersamaan.&#8221;Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. </p>
<p>Salah seorang pria itu berkata, &#8220;Nama dia Kekayaan,&#8221;katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan &#8220;sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. </p>
<p>Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu. </p>
<p>Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. &#8220;Ohho&#8230;menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, &#8220;sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. &#8220;Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. &#8220;Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. &#8220;Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita. </p>
<p>Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. &#8220;Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. </p>
<p>Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. &#8220;Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. &#8220;Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.(afzn.com)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=31&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/17/kekayaan-kesuksesan-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asma&#8217; binti Abu Bakar: &#8220;Wanita Besi&#8221; 
yang Berumur Panjang</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/17/asma-binti-abu-bakar-wanita-besi-yang-berumur-panjang/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/17/asma-binti-abu-bakar-wanita-besi-yang-berumur-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 09:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Nama wanita ini pendek saja, Asma`, lengkapnya Asma` binti Abu Bakar. Tapi, perjalanan hidupnya tak sependek namanya. Allah memberinya umur panjang dan kecerdasan berpikir, sehingga ia bisa mewarnai nuansa hidup para generasi tabi&#8217;in dengan nuansa kehidupan di zaman Rasulullah.
Asma` termasuk kelompok wanita yang pertama masuk Islam. Sosok Asma tak bisa dipisahkan dengan peristiwa hijrah Rasulullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=30&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Nama wanita ini pendek saja, Asma`, lengkapnya Asma` binti Abu Bakar. Tapi, perjalanan hidupnya tak sependek namanya. Allah memberinya umur panjang dan kecerdasan berpikir, sehingga ia bisa mewarnai nuansa hidup para generasi tabi&#8217;in dengan nuansa kehidupan di zaman Rasulullah.<br />
Asma` termasuk kelompok wanita yang pertama masuk Islam. Sosok Asma tak bisa dipisahkan dengan peristiwa hijrah Rasulullah Saw. dan ayahnya Abu Bakar. Dialah yang mengirim bekal makanan dan minuman kepada kedua kekasih Allah itu. Dan lantaran peristiwa inilah, Asma digelari &#8220;dzatin nithaqain&#8221; (wanita yang memiliki dua ikat pinggang). Gelar ini diberikan ketika Asma hendak mengikat karung makanan dan tempat minuman yang akan dikirim kepada Rasulullah dan Abu Bakar. Waktu itu Asma tidak memiliki tali untuk mengikatkanya, maka ia pun memotong ikat pinggangnya menjadi dua, satu untuk mengikat karung makanan, dan satunya lagi untuk mengikat tempat air minum. Ketika Rasulullah Saw. mengetahui hal ini, beliau berdoa semoga Allah mengganti ikat pinggang Asma dengan dua ikat pinggang yang lebih baik dan indah di surga.<br />
Asma` menikah dengan Zubeir bin Awwam, seorang pemuda dari kalangan biasa yang tak memiliki harta, kecuali seekor kuda. Meski demikian, Asma` tidak kecewa. Ia tetap setia melayani suaminya. Jika suaminya sedang sibuk mengemban tugas dari Rasulullah, Asam` tak segan-segan merawat dan menumbuk biji kurma untuk makanan kuda suaminya. Buah perkawinannya dengan Zubeir, Allah mengamanahi mereka seorang anak yang cerdas bernama Abdullah bin Zubeir.<br />
Asma` memiliki beberapa sifat istimewa. Selain cantik, hampir sama dengan saudaranya &#8216;Aisyah, ia juga cerdas, cekatan, dan lincah. Sifat pemurahnya menjadi teladan banyak orang.<br />
Waktu terus berjalan. Abdullah bin Zubeir, anaknya, diangkat menjadi Khalifah menggantikan Yazid bin Mu&#8217;awwiyah yang wafat. Bani Umayyah tidak rela dengan kepemimpinan Abdullah bin Zubeir. Mereka menyiapkan tentara yang besar di bawah pimpinan Panglima Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi untuk menggulingkan Khalifah Abdullah bin Zubeir. Perang antara dua kekuataan itu tak dapat dihindari. Abdullah bin Zubeir turun ke medan tempur memimpin langsung pasukannya.<br />
Tapi, para perwira bawahan dan prajuritnya banyaknya yang melakukan desersi ke pihak Bani Umayyah. Akhirnya dengan jumlah yang tinggal sedikit, pasukan Abdullah bin Zubeir mundur ke Baitul Haram, berlindung di bawah Ka&#8217;bah. Beberapa saat sebelum kekalahannya, Abdullah bin Zubeir menemui ibunya.<br />
Asma&#8217; binti Abu Bakar, ibunya, bertanya, &#8220;Mengapa engkau datang ke sini padahal batu-batu besar yang dilontarkan pasukan Hajjaj kepada pasukanmu menggetarkan seluruh kota Mekkah?&#8221;<br />
Aku datang hendak berkonsultasi dengan ibu,&#8221; jawab Abdullah dengan penuh rasa hormat.<br />
&#8220;Tentang apa,&#8221; tanya Asma&#8217; lagi.<br />
&#8220;Tentaraku banyak yang desersi. Mungkin karena takut kepada Hajjaj, atau mungkin juga mereka menginginkan sesuatu yang dijanjikan. Tentara yang tersisa pun tampaknya tak akan sabar bertahan lebih lama bersamaku. Sementara itu, para utusan Bani Umayyah menawarkan kepadaku apa saja yang kuminta berupa kemewahan dunia, asal aku bersedia meletakkan senjata dan bersumpah setia mengangkat Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah. Bagaimana pendapat ibu?&#8221; tanya Abdullah.<br />
Asma&#8217; menjawab dengan suara tinggi, &#8220;Terserah engkau, ya Abdullah! Bukankah engkau sendiri yang lebih tahu tentang dirimu. Bila engkau yakin dalam kebenaran, maka teguhkan hatimu seperti para prajuritmu yang telah gugur. Tapi bila engkau menginginkan kemewahan dunia, sudah tentu engkau seorang laki-laki yang pengecut. Berarti engkau mencelakakan diri sendiri, dan menjual murah harga sebuah kepahlawanan.&#8221;<br />
Abdullah bin Zubeir menundukkan kepala di hadapan ibunya yang tampak kecewa. Meski ibunya sudah tua dan buta, Abdullah sang Khalifah dan panglima perang yang gagah berani tak sanggup melihat wajah ibunya karena rasa hormat dan kasihnya.<br />
&#8220;Tapi aku akan terbunuh hari ini, bu!&#8221; tutur Abdullah lembut.<br />
&#8220;Itu lebih baik bagimu, daripada engkau menyerahkan diri kepada Hajjaj. Pada akhirnya kepalamu akan diinjak-injak juga oleh budak-budak Bani Umayyah dengan mempermainkan janji-janji mereka yang sulit untuk dipercaya,&#8221; jawab ibunya tegas.<br />
&#8220;Aku tidak takut mati, bu! Tapi aku khawatir mereka akan mencincang dan merobek-robek jenazahku dengan kejam,&#8221; ujar Abdullah lagi.<br />
&#8220;Tak ada yang perlu ditakuti perbuatan orang hidup terhadap orang yang telah mati. Bukankah kambing yang sudah disembelih tidak merasa sakit lagi ketika dikuliti?&#8221; jawab Asma&#8217;.<br />
&#8220;Yang ibu khawatirkan justru kalau engkau mati di jalan yang sesat,&#8221; tambah Asma&#8217;.<br />
&#8220;Percayalah bu, aku tak memiliki pikiran sesat untuk berbuat keji. Aku tak akan melanggar hukum Allah. Aku tidak pengecut, dan aku tetap lebih mengutamakan keridhaan Allah dan keridhaan ibu,&#8221; ucap Abdullah mantap.<br />
Nasihat Asma&#8217; binti Abu Bakar makin memantapkan Abdullah bin Zubeir untuk mempertahankan dan membela kebenaran. Sebelum matahari terbenam, Abdullah bin Zubeir syahid menemui Tuhannya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=30&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/17/asma-binti-abu-bakar-wanita-besi-yang-berumur-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa paling jelek ??!</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/17/siapa-paling-jelek/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/17/siapa-paling-jelek/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 08:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. &#8220;Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus &#8220;, kata Kyai. &#8220;Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=29&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. &#8220;Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus &#8220;, kata Kyai. &#8220;Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?&#8221; &#8220;Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari &#8220;. Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.<br />
Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yg dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, &#8221; Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus &#8220;. Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. &#8220;Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Alloh memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah,bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.<br />
Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb. Santri bergumam, &#8221; Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi &#8221; . Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan   gurunya. Waktu akan tidur sehabis &#8216;Isya, dia merenung, &#8220;Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Alloh, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. &#8220;Aku tidak lebih baik dari anjing itu.<br />
Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, &#8220;Sudah dapat jawabannya muridku ?&#8221; &#8220;Sudah guru&#8221;, santri menjawab. &#8221; Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru&#8221;. Sang Kyai tersenyum, &#8220;Kamu aku nyatakan lulus&#8221;.<br />
Pelajaran yg dapat kita petik adalah: Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk lain. Yang berhak sombong adalah Alloh SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir  hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama ciptaan Alloh.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=29&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/17/siapa-paling-jelek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenali Mukmin Sejati</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/15/mengenali-mukmin-sejati/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/15/mengenali-mukmin-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 13:28:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Mukmin Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Seorang mukmin sejati dapat dikenal melalui sifat yang terdapat pada dirinya. Tentang hal ini Yahya bin Muadz r.a telah merumuskan tiga ratus tiga puluh sifat yang perlu ada pada mukmin sejati. Diantaranya ialah:
Hendaklah banyak malu.
Kurang gangguan
Banyak melakukan kebaikan
Tidak melakukan kejahatan
Jujur
Kurang bercakap
Senantiasa bekerja
Kurang melakukan dosa
Tidak berminat mendengar rahasia orang lain
Suka kepada kerja-kerja kebajikan
Menghidupkan silaturrahim
Tenang
Sabar
Sentiasa bersyukur
Sangat redha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=28&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang mukmin sejati dapat dikenal melalui sifat yang terdapat pada dirinya. Tentang hal ini Yahya bin Muadz r.a telah merumuskan tiga ratus tiga puluh sifat yang perlu ada pada mukmin sejati. Diantaranya ialah:<br />
Hendaklah banyak malu.<br />
Kurang gangguan<br />
Banyak melakukan kebaikan<br />
Tidak melakukan kejahatan<br />
Jujur<br />
Kurang bercakap<br />
Senantiasa bekerja<br />
Kurang melakukan dosa<br />
Tidak berminat mendengar rahasia orang lain<br />
Suka kepada kerja-kerja kebajikan<br />
Menghidupkan silaturrahim<br />
Tenang<br />
Sabar<br />
Sentiasa bersyukur<br />
Sangat redha kepada Allah walaupun rezekinya selalu disempitkan<br />
Kasih pada para sahabat<br />
Sopan santun<br />
Menjaga kehormatan diri<br />
Belas kasihan<br />
Tidak suka mengutuk orang lain<br />
Tidak suka memaki hamun<br />
Tidak suka mencela<br />
Tidak suka membuat fitnah<br />
Tidak mengumpat<br />
Apa-apa yang dilakukan tidak tergesa-gesa<br />
Tidak mempunyai sifat dengki dan khianat<br />
Tidak ada sifat pendendam<br />
Tidak sombong congkak<br />
Tidak suka bangga diri<br />
Tidak keterlaluan pada hal-hal dunia<br />
Tidak suka berangan-angan<br />
Kurang tidur dan banyak beribadat<br />
Tidak mengharapkan pujian daripada orang lain<br />
Tidak munafik<br />
Tidak kedekut atau kikir<br />
Tidak suka mencari kesalahan orang lain<br />
Suka atau cinta kerana Allah dan benci kerana Allah<br />
Rela akan sesuatu perkara kerana Allah<br />
Selalu berbekal dengan taqwa<br />
Tujuan hidup hanya satu, yaitu menuju akhirat<br />
Suka berzikir<br />
Kekasihnya hanya Allah<br />
Setiap usaha yang dilakukan adalah untuk akhirat. </p>
<p>Sumber: kakak97@hotmail.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=28&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/15/mengenali-mukmin-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FAKTA THIBBUN NABAWI: HABBATUS SAUDA, MADU, DAN MINYAK ZAITUN</title>
		<link>http://dudher.wordpress.com/2008/05/15/fakta-thibbun-nabawi-habbatus-sauda-madu-dan-minyak-zaitun/</link>
		<comments>http://dudher.wordpress.com/2008/05/15/fakta-thibbun-nabawi-habbatus-sauda-madu-dan-minyak-zaitun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 13:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudher</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudher.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Penyusun: Ummu Hajar
Saudariku, tahukah kalian bahwa penyakit itu ada dua macam, penyakit hati dan penyakit jasmani? Kedua penyakit itu disebutkan dalam Al-Qur’an. Klasifikasi jenis penyakit ini mengandung hikmah ilahi dan kemukjizatan yang hanya bisa dicapai oleh kalangan medis di pertengahan abad ke-18. Sesungguhnya iman kepada Allah dan para Rasul, yaitu aqidah yang tertanam dalam hati, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=27&subd=dudher&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penyusun: Ummu Hajar<br />
Saudariku, tahukah kalian bahwa penyakit itu ada dua macam, penyakit hati dan penyakit jasmani? Kedua penyakit itu disebutkan dalam Al-Qur’an. Klasifikasi jenis penyakit ini mengandung hikmah ilahi dan kemukjizatan yang hanya bisa dicapai oleh kalangan medis di pertengahan abad ke-18. Sesungguhnya iman kepada Allah dan para Rasul, yaitu aqidah yang tertanam dalam hati, merupakan solusi pengobatan yang terpenting bagi hati, yakni bagi penyakit jiwa. Sedangkan untuk penyakit jasmani, kita bisa menengok metode pengobatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Istilah Thibbun Nabawi dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk menunjukkan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah, sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul dan khurofat.<br />
1. Habbatus Sauda’ atau Jinten Hitam atau Syuwainiz<br />
Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian”. Habbatus sauda’ berkhasiat mengobati segala jenis penyakit dingin, bisa juga membantu kesembuhan berbagai penyakit panas karena faktor temporal. Biji habbatus sauda’ mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. kandungan aktifnya thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY). Telah terbukti dari berbagai hasil penelitian ilmiah bahwa habbatus sauda’ mengaktifkan kekebalan spesifik/kekebalan didapat, karena ia meningkatkan kadar sel-sel T pembantu, sel-sel T penekan, dan sel-sel pembunuh alami. Beberapa resep penggunaan dan manfaat habbatus sauda’:<br />
1.Ditumbuk, dibuat adonan dangan campuran madu, kemudian diminum setelah dicampur air panas, diminum rutin berhari-hari: menghancurkan batu ginjal dan batu kandung kencing, memperlancar air seni, haid dan ASI.<br />
2.Diadon dengan air tepung basah atau tepung yang sudah dimasak, mampu mengeluarkan cacing dengan lebih kuat.<br />
3.Minum minyaknya kira-kira sesendok dicampur air untuk menghilangkan sesak napas dan sejenisnya.<br />
4.Dimasak dengan cuka dan dipakai berkumur-kumur untuk mengobati sakit gigi karena kedinginan.<br />
5.Digunakan sebagai pembalut dicampur cuka untuk mengatasi jerawat dan kudis bernanah.<br />
6.Ditumbuk halus, setiap hari dibalurkan ke luka gigitan anjing gila sebagian dua atau tiga kali oles, lalu dibersihkan dengan air.<br />
Untuk konsumsi rutin menjaga kesehatan, sebaiknya dua sendok saja. Sebagian kalangan medis menyatakan bahwa terlalu banyak mengkonsumsinya bisa mematikan.<br />
2. Madu atau ‘Asl<br />
“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)<br />
Beberapa hasil penelitian tentang madu:<br />
a. Bakteri tidak mampu melawan madu<br />
Dianjurkan memakai madu untuk mengobati luka bakar. Madu memiliki spesifikasi anti proses peradangan (inflammatory activity anti)<br />
b. Madu kaya kandungan antioksidan<br />
Antioksidan fenolat dalam madu memiliki daya aktif tinggi serta bisa meningkatkan perlawanan tubuh terhadap tekanan oksidasi (oxidative stress)<br />
c. Madu dan kesehatan mulut<br />
Bila digunakan untuk bersikat gigi bisa memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi, mengobati sariawan dan gangguan mulut lain.<br />
d. Madu dan kulit kepala<br />
Dengan menggunakan cairan madu berkadar 90% (madu dicampur air hangat) dua hari sekali di bagian-bagian yang terinfeksi di kepala dan wajah diurut pelan-pelan selama 2-3 menit, madu dapat membunuh kutu, menghilangkan ketombe, memanjangkan rambut, memperindah dan melembutkannya serta menyembuhkan penyakit kulit kepala.<br />
e. Madu dan pengobatan kencing manis<br />
Madu mampu menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes karena adanya unsure antioksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi. Madu nutrisi kaya vitamin B1, B5, dan C dimana para penderita diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Sesendok kecil madu alami murni akan menambah cepat dan besar kandungan gula dalam darah, sehingga akan menstimulasi sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin. Sebaiknya penderita diabetes melakukan analisis darah dahulu untuk menentukan takaran yang diperbolehkan untuknya di bawah pengawasan dokter.<br />
f. Madu mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung<br />
Madu berperan baik melindungi kolon dari luka-luka yang biasa ditimbulkan oleh asam asetat dan membantu pengobatan infeksi lambung (maag). Pada kadar 20% madu mampu melemahkan bakteri pylori penyebab tukak lambung di piring percobaan.<br />
g. Selain itu madu amat bergizi, melembutkan sistem alami tubuh, menghilangkan rasa obat yang tidak enak, membersihkan liver, memperlancar buang air kecil, cocok untuk mengobati batuk berdahak. Buah-buahan yang direndam dalam madu bisa bertahan sampai enam bulan.<br />
Madu terbaik adalah yang paling jernih, putih dan tidak tajam serta yang paling manis. Madu yang diambil dari daerah gunung dan pepohonan liar memiliki keutamaan tersendiri daripada yang diambil dari sarang biasa, dan itu tergantung pada tempat para lebah berburu makanannya.<br />
3. Minyak Zaitun<br />
“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).<br />
Fungsi minyak zaitun:<br />
1.Mengurangi kolesterol berbahaya tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat.<br />
2.Mengurangi risiko penyumbatan (trombosis) dan penebalan (ateriosklerosis) pembuluh darah.<br />
3.Mengurangi pemakaian obat-obatan penurun tekanan darah tinggi.<br />
4.Mengurangi serangan kanker.<br />
5.Melindungi dari serangan kanker payudara. Sesendok makan minyak zaitun setiap hari mengurangi risiko kanker payudara sampai pada kadar 45%.<br />
6.Menurunkan risiko kanker rahim sampai 26%.<br />
7.Pengkonsumsian buah-buahan, sayuran, dan minyak zaitun memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari kanker kolon.<br />
8.Penggunaan minyak zaitun sebagai krim kulit setelah berenang melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma)<br />
9.Berpengaruh positif melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi risiko tukak lambung.<br />
10.Mengandung lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi manusia seperti yang terdapat dalam ASI.<br />
11.Penggunaan sebagai minyak rambut mampu membunuh kutu dalam waktu beberapa jam saja.<br />
Setiap penyakit itu ada obatnya, seperti hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang pesat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengetahui dan menerapkan pengobatan yang terbukti kemanjurannya.<br />
Maraji:<br />
1.Keajaiban Thibbun Nabawi, Aiman bin ‘Abdul Fattah<br />
2.Metode Pengobatan Nabi SAW, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dudher.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dudher.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dudher.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dudher.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dudher.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dudher.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dudher.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dudher.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dudher.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dudher.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dudher.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dudher.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dudher.wordpress.com&blog=3722235&post=27&subd=dudher&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudher.wordpress.com/2008/05/15/fakta-thibbun-nabawi-habbatus-sauda-madu-dan-minyak-zaitun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40e773ca40ea18559cd3a314297eb01b?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">dudher</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>